Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada guru untuk merancang pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Namun, banyak guru yang masih bingung dalam menyusun RPP yang tepat.
Apa itu RPP Kurikulum Merdeka?
RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dalam Kurikulum Merdeka berbeda dengan K13. RPP Kurikulum Merdeka lebih ringkas, fokus pada esensi, dan memberi ruang kreativitas guru.
Komponen Wajib RPP Kurikulum Merdeka
1. Identitas
Memuat nama sekolah, mata pelajaran, kelas, semester, dan alokasi waktu.
2. Kompetensi Awal
Kemampuan yang sudah dimiliki siswa sebelum pembelajaran.
3. Profil Pelajar Pancasila
Enam dimensi: beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif.
4. Sarana Prasarana
Alat dan bahan yang dibutuhkan.
5. Target Peserta Didik
Siswa reguler, kesulitan belajar, atau berpencapaian tinggi.
6. Model Pembelajaran
PjBL, PBL, Discovery, atau Inquiry.
7. Tujuan Pembelajaran
Diturunkan dari CP, menggunakan kata kerja operasional terukur.
8. Pemahaman Bermakna
Mengapa materi ini penting untuk siswa.
9. Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan yang merangsang rasa ingin tahu.
10. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan, Inti, Penutup dengan alokasi waktu jelas.
11. Asesmen
Diagnostik, formatif, dan sumatif.
12. Refleksi
Refleksi guru dan siswa.
Kesalahan Umum dalam Menyusun RPP
- Terlalu panjang dan administratif (padahal Kurikulum Merdeka mengutamakan esensi)
- Tidak ada diferensiasi untuk gaya belajar siswa
- Asesmen hanya berupa tes tulis, tidak autentik
- Tujuan pembelajaran tidak terukur
Tips Praktis
- Mulai dari CP, bukan dari materi. Turunkan CP menjadi TP sebelum memilih materi.
- Gunakan kata kerja operasional (KKO) yang terukur pada TP.
- Rancang asesmen lebih dulu, lalu sesuaikan kegiatan.
- Sertakan diferensiasi untuk siswa dengan gaya belajar berbeda.
- Manfaatkan AI untuk menyusun kerangka RPP, lalu edit sesuai konteks kelas Anda.
Dengan mengikuti panduan ini, RPP Anda akan lebih efektif dan sesuai standar Kurikulum Merdeka.